Di era keterbukaan informasi saat ini, monitoring dan evaluasi (monev) berkala terhadap platform digital bukan lagi sekadar rutinitas administratif, melainkan kebutuhan strategis bagi instansi di Dinas Kesehatan. Website UPTD Puskesmas bisa berfungsi sebagai salah satu wajah digital yang mencerminkan kualitas Pelayanan professional bagi masyarakat. Melalui evaluasi, setiap hambatan teknis maupun konten dapat segera diperbaiki, sehingga akses informasi kesehatan bagi masyarakat di wilayah kabupaten Magetan tetap akurat, transparan, dan dapat diandalkan sebagai sumber literasi kesehatan .

Bertempat di Ruang Pertemuan Husada III pada Jumat (13/02/2026), Ibu Dwi Hunun Pratiwi, S.KM, Selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, menekankan bahwa Website harus menjadi kanal interaksi aktif, bukan sekadar pajangan digital. Beliau mengingatkan kepada para pengelola Website, bahwa konsistensi publikasi kegiatan pelayanan merupakan bagian krusial dari salah satu wujud informasi kepada masyarakat dan bisa menjadi instrumen dalam penilaian akreditasi. Dengan pengelolaan yang optimal, website diharapkan mampu memangkas jarak komunikasi antara puskesmas dan warga.
Agenda yang berlangsung dari pukul 08:30 hingga 11:30 WIB ini dikemas secara aplikatif oleh narasumber Mukti Puji Widodo, ST . Peserta yang hadir dari UPTD Puskesmas Plaosan, Gorang Gareng Taji, Sukomoro, Karangrejo, Rejomulyo, Panekan dan Lembeyan . Pengelola Website menyampaikan beberapa kendala dalam Pengelolaan Website di Masing- masing Puskesmas , kemudian langsung praktek dalam mengatasi kendala tersebut serta mereka diajak melakukan praktik langsung terkait pengelolaan website di masing-masing Puskesmas menghubungkan website dengan akun Instagram resmi masing-masing instansi. Integrasi ini bertujuan agar setiap inovasi dan kegiatan di lapangan dapat terpublikasi secara up-to-date dan simultan. Sinergi antara kedalaman informasi di website dan kecepatan media sosial diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang jauh lebih dinamis dan informatif.
Sesi ditutup dengan identifikasi mendalam mengenai kendala teknis yang dihadapi oleh tujuh peserta. Masukan langsung mengenai tantangan pengisian konten dan manajemen data ini akan menjadi fondasi utama bagi Dinas Kesehatan dalam merancang program peningkatan kapasitas (SDM) pada periode berikutnya. Langkah evaluasi ini memastikan bahwa transformasi digital kesehatan di Kabupaten Magetan terus tumbuh secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
